Dampak Ekonomi Jika Lockdown Diterapkan di Indonesia

1

Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo tidak menerapkan lockdown atau penguncian akses wilayah baik secara regional maupun nasional di Indonesia. Salah satunya yakni mempertimbangkan berbagai akses ekonomi.

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, banyak hal yang harus dipertimbangkan dari sisi ekonomi ketika pemerintah memutuskan untuk melakukan lockdown. Mengingat, sebagian besar pasokan barang di DKI Jakarta masih bergantung dari luar.

“Kalau dari sisi kami hanya lihat dari aspek ekonominya karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan struktur ekonomi kita seperti ini dan ketergantungan kita terhadap keluar masuknya barang terutama provinsi DKI ini, pasokan bahan pangan pokok barang barangnya di luar DKI sehingga harus dipertimbangkan betul,” kata dia kepada wartawan di Kantornya Jakarta, Selasa (17/3).

Kendati demikian, pihaknya mengaku sepenuhnya menyerahkan kepada gugus tugas yang dalam hal ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Kesehatan, serta Menteri Keuangan .

Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 antara lain adalah menetapkan dan melaksanakan percepatan penanganan Covid-19, mengoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan penanganan, melakukan pengawasan pelaksanaan percepatan, mengerahkan sumber daya manusia untuk pelaksanaan kegiatan serta, melaporkan semua pelaksanaan kegiatan kepada Presiden.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum terpikirkan untuk melakukan lockdown seperti negara lain. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengklaim belum terpikirkan dengan langkah tersebut.

“Belum terpikir ke arah sana,” kata Jokowi usai meninjau Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Jumat (13/3).

Diketahui virus corona (Covid-19) sudah menjangkit 117 negara. Ada beberapa negara yang sudah me-lock down mulai dari Italia, Manila, Irlandia dan Denmark

Penyebaran virus corona atau COVID-19 berdampak signifikan terhadap laju dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Bukan hanya terjadi di Indonesia, dampak negatif penyebaran virus ini juga terjadi di beberapa negara dunia dan berakibat krisis ekonomi.  

Bahkan di beberapa negara yang mengalami penyebarannya serius seperti Italia, Filipina dan Arab Saudi, telah menerapkan kebijakan lockdown. Kebijakan ini diambil guna meminimalisir penyebaran virus corona COVID-19. 

Adapun lockdown jika diambil dari bahasa Inggris berarti terkunci, jika dikaitkan dengan kasus sebaran virus corona, lockdown ini merupakan sebuah kebijakan yang mengunci semua akses masuk maupun keluar sebuah daerah ataupun negara.

Tujuan dari mengunci sebuah daerah adalah untuk meminimalisir potensi penyebaran virus corona yang lebih masif dan menjangkiti banyak orang. Jika sebuah daerah atau kota menerapkan lockdown, maka semua fasilitas publik mulai dari sekolah, transportasi umum, perkantoran, universitas harus ditutup dan dihentikan aktivitasnya, hingga pembatasan akses warga dan pemberlakuan jam malam.

(Ifh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.