Diduga Oknum Aparat Selundupkan ASN YY Masukan BTP Kemensos RI

Narasumber - Mulbae

4,603

Jaringanpos Berita – Program Program Bansos untuk Rakyat Miskin mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH),  Bansos Rastra/ Bantuan Pangan Non Tunai dan Bantuan Tunai Pangan ( BTP). Perluasan program bantuan sosial merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Diduga  Oknum Aparat Selundupkan ASN  YY Masukan BTP Kemensos RI
 

Ironisnya program untuk rakyak miskin, ternyata dislewengkan, diduga ada oknum aparat  “menyelundupkan” biodata aparatur sipil negara ( ASN ) seperti ASN berinitial YY,  BTW dan termasuk 30 data lainnya tercatat sejak tahun 2015 sebagai KPM ( keluarga penerima manfaat) BTP ( bantuan tunai pangan ) Kementerian Sosial Republik Indonesia ( Kemensos RI), kata Ketua Forum LSM Kabupaten Cirebon, Kusmin, S.Cm pada media ini dikantornya.

Persoalan tersebut baru diketahui saat masa pandemi covid 19. Sehingga terjadi penyaluran bantuan sosial tidak tepat sasaran ditemukan data BTP Kemensos RI di Cirebon. Dua ASN beritial YY dan BTW tercatat  sebagai KPM BTP Kemensos RI Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, ungkap Kusmin.

Hal tersebut diakui Irfansyah selaku Sekretaris Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon.  “Benar ada statusnya ASN ) beritial YY dan BTW,” kata Irfansyah saat dikonfirmasi media ini melalui Whats App kemarin.

Menurutnya munculnya data PKM BTP tersebut diterima langsung dari data  Kemensos RI Tahun 2015. Artinya hasil sensus kependudukan pendataan saat pemerintahan desa lama. Sebab pemerintahan desa sekarang  tidak ada ajuan/usulan data-data ke Kemensos RI.

Mengenai muncul data YY dan BTW sebagai  penerima BTP Kemensos  RI pihak desa hanya pelaksana datanya sudah jadi  dari pemerintah pusat. Selain itu setahu saya … Waktu itu Pa Kuwu sudah ngasih tau ke YY,” ungkap Irfansyah.

Saat disampaikan hal tersebut, tidak ada respon dari YY. Berbeda dengan ASN beritial BTW dikabarkan akan diserahkan kepada yang berhak. Bahkan meminta namanya dihapus dari daftar BTP Kemensos Republik Indonesia, ungkapnya.

Di antara bantuan tak tepat sasaran itu, masih ada warga jujur yang mau mengembalikan bantuan yang didapat. Di desa ini, ada  warga yang menyatakan tidak mau menerima bansos tunai karena merasa ada yang lebih membutuhkan dari pada dirinya, jelas Irfansyah.

“Kami sangat mengapresiasi sikap warga yang dengan kesadaran sendiri tidak ingin menerima karena merasa tidak berhak. Ada beberapa warga yang kami ketahui, tetapi untuk jumlahnya masih kita tunggu perkembangan,” paparnya.

Sebab ketika tersiar kabar YY mendapat BTP Kemensos RI, sejumlah masyarakat tetangganya pernah ada yang menanyakan secara langsung pada suminya K mantan RT setempat, tetapi oleh K dibantahnya, ungkap salah seorang terangganya yang minta namanya dirahasiakan.

R Enoz sebagai Tokoh Masyarakat Cirebon Girang menyatakan harus cari akar masalahnya siapa yang mengajukan dari daftar usulan tersebut.  Mengingat YY diketahui diangkat menjadi ASN pada  bulan Maret Tahun 1999.Jadi nama YY tidak mungkin namanya ujug-ujug muncul tercatat sebagai KPM Kemensos BTP kalau tidak diusulan dari bawah seperti  RT. RW. Kadus dan Desa Cirebon Girang.

Belakangan diketahui suami YY saat itu menjabat Ketua Rukun Tetangga  (RT) setempat. ” Kalau benar demikian adanya, mestinya yang bersangkutan legowo dan berjiwa besar meminta ma’af karena telah melukai hati rakyat miskin. Apalagi YY bekerja sebagai pendidik, bahkan beredar rumor YY dipromosikan menjadi kepala sekolah, ungkap R Enoz

Apa jadinya jika YY nantinya benar menjadi kepala sekolah. Sementara dia (YY) bermental demikian, masih terima haknya rakyat miskin. Jangan sampai seperti peribahasa ” Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari,” paparnya.

Apalagi dilihat secara ekonomi YY sudah mapan suaminya pengusaha mempunyai rumah layak huni serta memiliki sejumlah kendaraan bermotor. Bahkan mobil Toyota Agya Tahun 2018  warna hitam Nomor Polisi E 1840 LP tercatat atas nama YY sendiri. Faktanya YY masih ngaku miskin dengan BTP Kemensos RI. ” Masa mentalitas seperti YY jadi kepsek, apa jadinya negri ini,” tandasnya.

Untuk itu meminta kepada Bupati Cirebon dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon harus dapat membina YY bila perlu mendapat penataran khusus rasa, agar bisa merasakan bagaimana rasa sakitnya jika haknya diambil orang lain. Sementara kalau benar ada rencana pengangkatan YY menjadi kepala sekolah perlu dipertimbangkan lagi.

Jangan sampai seperti peribahasa, karena tinta setitik, rusak susu sebelanga : hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan, pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Drs.H.Asdullah SA saat dikonfirmasi melalui Whats App terkait rencana promosi jabatan YY tidak menjawab,  Whats App hanya dibaca tapi tidak dibalas ( tidak berkomentar ).

Sebelumnya saat dikonfirmasi media ini kemarin menjawab  jika ASN masih terima BTP Kemensos RI haknya orang miskin, maka yang bersangkutan harus dibina. “Itu ASN yang harus dibina uang untuk orang miskin tetapi beliau masih mau menerima ekspos aja biar pembelajaran minta nama dan alamat rumah serta dinasnya dimana,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Drs.H.Asdullah SA ***Mulbae

Leave A Reply

Your email address will not be published.