Masker Dijadikan Ladang Mencari Keuntungan

7

 Harga masker terus melonjak usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan terdapat 2 WNI yang positif virus corona. Bahkan, ada pedagang di salah satu marketplace mencoba menjual masker dengan merek Sensi seharga Rp 31 juta.

Ramai-ramai warga di sejumlah wilayah Indonesia memburu masker setelah dua warga Depok, Jawa Barat, terkonfirmasi positif virus corona. Sangat disayangkan ada beberapa orang yang bertindak berlebihan. Memakai masker berbelalai contohnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (2/3/2020), mengumumkan ibu berusia 64 tahun beserta si anak (31) terjangkit virus corona. Ibu dan anak itu dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Pengumuman ini membuat sebagian masyarakat, khususnya yang di Jakarta dan Depok, berburu masker. Di Pasar Pramuka, salah satunya, masker ludes terjual meski harganya selangit.

“Masker N-95 harganya sekarang Rp 1,5 juta isi 20 lembar. Harga sebelumnya per boks Rp 200 ribu. Kalau Masker Sensi 3 layer Rp 350 ribu isi 50 pcs. Harga sebelumnya cuma sekitar Rp 20 ribu. Masker mulai naiknya sejak Januari pas berita Corona awal-awal sampai sekarang belum turun,” ujar Irvan, salah satu pemilik toko.

Di tempat umum, banyak ditemui warga yang memakai masker. Kementerian Kesehatan melalui sang menteri, Terawan Agus Putranto, meminta warga yang sehat tidak memakai masker.

Agar tidak terjadi penimbunan massal, setiap orang akan dibatasi pembelian paling banyak hanya satu boks untuk satu orang. Rencananya penjualan akan dilakukan di 2 Jakgrosir, 43 mini DC, 29 Jakmart. serta 28 Pop and Mom store.
Selain masker rencananya PD Pasar Jaya akan menjual hand sanitizer sebanyak 250 galon di Pasar Induk Keramat Jati. Adapun harga jual Rp850 ribu per 10 liter dan Rp430 ribu per lima liter.

Gubernur Minta Penimbun Ditindak
Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan Polda Jabar untuk menindak secara hukum pelaku penimbun masker.
“Polisi sudah ditugaskan untuk mengecek pabrik-pabrik masker di Jawa Barat supaya tidak ada penimbunan dan penipuan produk-produk yang sudah terlaporkan,” kata Ridwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/3). Selain itu, pihaknya juga memerintahkan jajaran Polda Jabar untuk melakukan prosedur pengecekan acara-acara yang bersifat keramaian.

(Ifh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.