Nurhayati Subakat Sumbangkan Rp 13 Miliar Untuk Cegah Virus Corona

1
Nurhayati Subakat  adalah wanita Minang. Pengusaha kosmetik sukses asal Padang Panjang, Sumatera Barat ini memberikan perhatian serius terkait mewabahnya Virus Corona atau COVID-19 di tanah air. Melalui perusahaanya ia memberikan sumbangan untuk pembelian alat medis sebesar Rp 13 Miliar.

Pendiri produk kosmetik Wardah ini tidak sekalipun menutup mata dengan kesulitan yang sedang dialami Indonesia, ia justru rela menyisihkan sedikit hartanya.

Sosok Nurhayati Subakat memang dikenal sebagai figur yang ringan tangan, kuat, enggak kenal menyerah dalam berbisnis, dan juga inspiratif. Tidak heran kalau ia sering dijadikan role model oleh para wanita pebisnis di Indonesia.

Saat ini Nurhayati memang merupakan sosok yang sukses dan kaya raya. Namun, sebelum ia mendirikan brand kosmetik lokal di dalam naungan PT Paragon Technology and Innovation perjuangan berat sempat dilaluinya. Nurhayati kerap jatuh-bangun melewati prosesnya.

Awalnya, wanita kelahiran Padang Panjang, 27 Juli 1950 ini merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan farmasi dan memulai kariernya sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Padang.

Kemudian, Nurhayati bekerja di sebuah perusahaan kosmetik. Namun, tak berlangsung lama, ibu dari tiga orang anak ini keluar dan memulai bisnisnya sendiri. Di tahun 1995, Nurhayati memulai membuat usaha rumahan dengan produk Putri yang dijualnya di salon-salon daerah Tangerang.

Lalu, seiring berjalannya waktu, lahirlah Wardah. Kosmetik halal yang ramah di kantong. Wardah lahir pada tahun 2002. Namun, saat itu sangat sulit Nurhayati rasakan untuk menjual produk make up dengan kata “halal”, sering dianggap “menjual agama”, ujarnya.

Pada tahun 2003, Nurhayati sempat mengalami turunnya angka penjualan. Bahkan, ia pun sempat banyak meminjam uang untuk modal usaha. Namun, dirinya pantang menyerah, akhirnya Nurhayati memutar otak dengan mencari-cari cara untuk membranding ulang Wardah pada tahun 2009 dan berhasil menarik minat wanita-wanita berhijab di Indonesia.

Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Kini, produk yang ia miliki justru meluas, seperti Wardah, Emina, dan Make Over. Dengan kesuksesan yang diraih Nurhayati, ia sempat masuk dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh versi Forbes Asia.

Bahkan, prosuknya tidak hanya laris di Indonesia, Wardah juga dapat ditemukan di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Bangladesh. Menakjubkannya lagi, di tahun 2015 silam, Wardah berhasil meraup omzet Rp200 miliar per bulannya.

(Ifh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.