Oknum Calon Kepala Sekolah Terima Bantuan Tunai Pangan Kemensos

Narasumber - Mulbae

4,276

Jaringanpos Berita – Penyaluran bantuan sosial tidak tepat sasaran ditemukan dari bantuan  tunai pangan (BTP) dari Kementerian Sosial (Kemensos) BTP di Cirebon. Salah satunya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seorang pendidik beritial YY BTP Kemensos BTP di Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, Irfansyah saat dikonfirmasi media ini melalui Whats App kemarin membenarkan ada warganya yang statusnya aparatur sipin negara ( ASN ) bekerja dilingkungan pendidikan beritial YY.

Mobil Yang dipakai YY
Mobil Yang dipakai YY

” Data PKM tersebut langsung dari data bantuan Kemensos. Dan tidak ada ajuan/usulan dari desa mengenai data penerima bansos Kemensos  BTP desa hanya menerima datanya saja. Setahu saya … Waktu itu Pa Kuwu sudah ngasih tau ke YY,” ungkap Sekretaris Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, Irfansyah.

Namun tidak ada respon dari YY. Berbeda dengan ASN beritial BTW dikabarkan akan diserahkan kepada yang berhak.Bahkan meminta namanya dihapus dari daftar BTP Kemensos.

Di antara bantuan tak tepat sasaran itu, masih ada warga jujur yang mengembalikan bantuan yang didapat. Di desa ini, ada  warga yang menyatakan tidak mau menerima bansos tunai karena merasa ada yang lebih membutuhkan daripada mereka, jelas Irfansyah.

“Kami sangat mengapresiasi sikap warga yang dengan kesadaran sendiri tidak ingin menerima karena merasa tidak berhak. Ada beberapa warga yang kami ketahui, tetapi untuk jumlahnya masih kita tunggu perkembangan,

Menanggapi hal tersebut Koordinator Forum Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Kabupaten Cirebon, Kusmin S.Cm menyatakan kalau ada yang ingin mengapus data, maka yang bersangkutan menyerahkan surat bermaterai yang berisi pernyataan permintaan maaf karena menolak bansos tunai dan menyatakan ada warga lainnya yang lebih membutuhkan.

Kalau benar demikian, seperti ASN  BTW wajib menyerahkan surat panggilan pencairan bansos tunai dari Kemensos RI dan pernyataan menolak menerima kepada Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, tegas Ketua Forum LSM Kabupaten Cirebon, Kusmin.

Selain itu seharusnya cari akar masalahnya siapa yang mengajukan dari daftar usulan. Karena  YY sudah diangkat menjadi ASN pada  bulan Maret Tahun 1999  dan YY tidak mungkin namanya tercatat sebagai KPM Kemensos BTP kalau bukan usulam dari RT. RW. Kadus dan Desa Cirebon Girang itu sendiri, ungkap Kusmin.

Agar selanjutnya tidak terjadi lagi data KPM yang tidak tepat sasaran dan atau KPM tumpang tindih menerima bansos. Sebaiknya data KPM yang keluar harus valid dari hasil verifikasi kondisi terkini berdasarkan usulan dari seluruh RT  RW, dan Kepala Dusun masing-masing, tegasnya.

Informasi yang berkembang dimasyarakat YY akan dipromosikan menjadi Kepala Sekolah, tapi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Drs.H.Asdullah SA belum membalas Whats App. Sebelumnya saat dikonfirmasi media ini kemarin menjawab  jika ASN masih terima BTP Kemensos haknya orang miskin, maka yang bersangkutan harus dibina.***Mulbae

Leave A Reply

Your email address will not be published.